Jalanan beraspal terputus pada km 39 dan berubah menjadi jalanan tanah pada perjalanan darat dari Waingapu menunju desa Ngadulanggi lewat Jalan Negara. Jalan berbatu dan berlubang serta licin itu membawa tim survei menuju lokasi yang nanti pada bulan Juli 2010 akan dijadikan tempat pendidikan alam oleh 1n3b. Namun hal itu terbayarkan lunas saat melewatinya, di mana kanan kiri terhampar padang rumput (savana) khas Indonesia tenggara yang kali ini tampak hijau. Udara tidak terlalu panas. Awan berkumpul dan berserak seakan menyentuh punggungan bukit-bukit hijau itu. Sesekali terlihat rumah, walaupun jarak satu sama lain dalam ukuran kota adalah saling berjauhan. Maklum, di Sumba Timur ini jumlah penduduk hanya sekitar 230.000 jiwa (2008). Keindahan panorama yang membentang ini seharusnya tak hanya dinikmati oleh wisatawan saja, tetapi untuk kebaikan penghuninya juga.
Licinnya jalanan terutama pada musim hujan membuat repot kendaraan roda empat yang dilalui tim survei 1n3b. Wajar saja, tidak disarankan melewatinya pada malam hari. Dari ujung aspal menuju desa Ngadulanggi, jarak ditempuh sejauh 16 km, sehingga total jarak adalah 55 km.
Berikut hasil survei dalam bentuk foto, yang dilakukan pada tanggal 13 Maret 2010:

























(Ditulis oleh Nikk. Foto oleh Tyty)
.







