Photo

Bagi Buku, Bagi Ilmu, Bagi Anak Negeri di Desa Sungai Lisai

Pada tanggal 26-27 November 2011 Komunitas 1N3B (1 Nusa 1 Bangsa 1 Bahasa 1 Bumi) telah mengadakan acara “Bagi Buku, Bagi Ilmu, Bagi Anak Negeri“ di Desa Sungai Lisai, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Ada tiga acara yang dilaksanakan, yakni pendirian rumah-baca, pendidikan sains luar-kelas, dan pelatihan bahasa Inggris sederhana. Rumah-baca itu dinamakan Rumba Sungai Lisai.



Dokumentasi Survei di Desa Sungai Lisai, Bengkulu

Dua teman 1N3B melakukan survei lapangan di Desa Sungai Lisai, Kec. Pinang Belapis, Kab. Lebong, Prov. Bengkulu pada tanggal 23-25 September 2011, dalam rangka kegiatan Bagi Buku Bagi Ilmu Bagi Anak Negeri Tahun 2011.


Dan Paripurna lah Kegiatan Bagi Buku Bagi Ilmu Bagi Anak Negeri di Desa Ngadulanggi

Apa yang telah kami lakukan hanyalah sebagian kecil dari usaha yang diperlukan untuk usaha perbaikan kualitas pendidikan dan kesehatan bagi penduduk Desa Ngadulanggi dan sekitarnya. Kami mendorong elemen masyarakat lain yang memiliki visi kemanusiaan yang sama untuk dapat melanjutkan atau melengkapi hal-hal yang telah kami rintis di Desa Ngadulanggi. Kami terbuka untuk berbagi informasi dan bentuk-bentuk kerja sama lainnya yang sekiranya dapat mendukung terlaksananya program-program serupa di masa datang.

Atas terlaksananya kegiatan ini, kami bersyukur kepada Tuhan YME untuk segala rahmat-Nya dan dengan tulus kami menghaturkan terima kasih kepada Sahabat 1N3B, Kepala Desa Ngadulanggi, Bapak Camat Nggaha Oriangu, masyarakat desa Ngadulanggi, Pulu Panjang dan Mandas, serta seluruh pihak yang memberikan kontribusi demi keberhasilan kegiatan “Bagi Buku Bagi Anak Negeri 2010″. Bagi kami, menjadi bagian dari kegiatan ini adalah sebuah proses pembelajaran dan dalam proses tersebut tentu masih banyak ruang untuk perbaikan di masa yang akan datang. Atas segala kekurangan tersebut dari lubuk hati yang paling dalam, saya mewakili Komunitas 1N3B menghaturkan permohonan maaf.


Kegiatan Pengobatan Cuma-cuma pada Acara Bagi Buku Bagi Ilmu Bagi Anak Negeri di Desa Ngadulanggi Tahun 2010

Kegiatan penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat serta pengobatan cuma-cuma dilaksanakan dalam 2 hari (29-30 Juli 2010) melibatkan 2 (dua) orang dokter dan 1 (satu) orang bidan yang menangani 461 penduduk yang terdiri dari 65 Balita, 97 anak-anak dan 299 dewasa dari Desa Ngadulanggi, Pulupanjang dan Mandas. Dari diagnosa awal, ditemukan bahwa penyakit yang dominan diderita oleh warga dewasa adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) (20.82%), suspect malaria (19.16%) dan radang sendi (17,63%). Pada pasien anak-anak dan balita, infeksi saluran pernafasan mendominasi kasus yang ditemukan yaitu 42,51% pada anak-anak 6 – 12 tahun dan 62,44% pada balita. Tenaga medis kami juga menemukan bahwa berat badan rata-rata balita di desa-desa yang ditangani lebih ringan 75-85% dari rata-rata berat balita berdasar Standar Berat Anak Nasional yang ditetapkan Departemen Kesehatan.



Aktivitas Kegiatan Pendidikan Bagi Buku Ilmu Bagi Bagi Anak Negeri di Desa Ngadulanggi Tahun 2010

Melalui kegiatan pendirian Rumah Baca (Rumba) masyarakat, 1N3B telah menyalurkan sejumlah 2.308 eksemplar pustaka, yang terdiri dari buku, majalah dan LKS. Masyarakat setempat berperan dengan secara swadaya menyediakan ruangan dan rak buku dan sumber daya manusia yang telah diberikan pelatihan oleh 1N3B sebagai pengelola Rumba. Nama Rumba yang dipilih oleh masyarakat setempat adalah ”Woka Ngiapajaar,” yang berarti kebun atau lingkungan tempat belajar. Secara simbolis Rumba Woka Ngiapaajar diterima oleh Bapak Camat Nggaha Ori Angu, disaksikan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, mewakili pihak Kabupaten Sumba Timur pada tanggal 29 Juli 2010. Rumba ini akan dikelola oleh tenaga pendidik SD Negeri Ngadulanggi dan dibuka bagi umum.

Aktivitas kegiatan pendidikan dilaksanakan dalam dua hari (29-30 Juli 2010). Pada hari pertama, sebanyak 388 murid-murid Sekolah Dasar dari 3 (tiga) desa, yaitu Ngadulanggi, Pulu Panjang dan Mandas mengikuti kegiatan yang meliputi lomba mewarnai, permainan sains dan pembagian alat sekolah (tas dan alat tulis). Pada hari kedua, sebanyak 100 anak dari SD Negeri Ngadulanggi mengikuti kegiatan permainan harta karun untuk sosialisasi Rumba, dongeng lingkungan hidup dan pembagian seragam dan kaus kaki. Acara hari pertama dan hari kedua ditutup dengan pemutaran film pendidikan yang dapat memberikan motivasi bagi anak-anak untuk tetap bersekolah di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan.


Perjalanan dan Persiapan di Lapangan dalam rangka Kegiatan 1N3B di Desa Ngadulanggi pada Tahun 2010


ACARA BAGI ILMU-BAGI BUKU-BAGI ANAK NEGERI PADA TANGGAL 22 MEI 2009 (CLOSED)

Pada tanggal 22 Mei 2009, pagi nan cerah, saatnya berbagi keceriaan dan ilmu bersama anak-anak Desa Madobag.

Cheers!

Foto-foto lainnya dapat dilihat disini


Acara BAGI ILMU-BAGI BUKU-BAGI ANAK NEGERI pada tanggal 21 Mei 2009

Persiapan-persiapan yang diperlukan telah dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2009. Adapun acara pada tanggal 21 Mei 2009, adalah:
- Balai pengobatan massal gratis yang dilaksanakan sejak pagi hari sampai dengan sore hari.
- Peresmian Rumah baca Tuddukat pada sore hari oleh Wakil Bupati kepulauan mentawai.

Foto-foto lainnya bisa dilihat di sini


Aktivitas Tim 1N3B pada tanggal 20 Mei 2009

Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dari Jakarta, akhirnya Tim 1N3B tiba di Desa Madobag pada tanggal 20 mei 2009 sore hari.  Rupanya Panitia lokal dan masyarakat telh mempersiapkan Turuk mentawai untuk menyambut kami. Bagi kami turuk tersebut merupakan sambutan yang sangat istimewa disamping keramahtamahan dan senyum hangat dari masyarakat.

Tanpa harus beristirahat lama-lama, dengan  Penerangan seadanya dari Generator listrik dan kekhawatiran nyamuk malaria, Tim 1N3b bersama panitia lokal melakukan persiapan pada Rumah baca Tuddukat dan Pengobatan Massal serta mengadakan acara nonton film bareng.

Foto-foto lainnya dapat dilihat disini


Perjalanan Tim 1N3B Menuju Desa Madobag, P. Siberut

Pada hari selasa tanggal 19 Mei 2009 Tim 1N3B sebanyak 16 orang berangkat menuju Desa Madobag, P. Siberut dengan barang bawaan (bagasi)  pada saat di Bandara soekarno Hatta, berjumlah  lebih dari 250 Kg (belum termasuk belanja logistik bahan makanan/barang tambahan di Padang). Satu orang volunteer, Mr. Sri Setyoko aka Undix,  berangkat satu hari sebelum tim besar,  menjadi Tim Advance di Desa Madobag.

Jalur yang ditempuh kali ini untuk menuju Desa Madobag adalah:

Jakarta – Padang (pesawat, 2-3 jam)

Padang (Bungus) – Tuapeijat, P. Sipora (Kapal ASDP Ambuambu, 10-11 jam)

Tuapeijat, P. Sipora – Muara Siberut, P. Siberut (Boat, 4 jam)

Muara Siberut, P. Siberut – Desa Madobag (Boat dan Pompong, 3-4 jam)

Rasa lelah dalam Perjalanan panjang yang ditempuh, ketika tiba di Desa Madobag sekejap sirna oleh  senyum, tawa, semangat dan sambutan hangat nan tulus masyarakat Desa Madobag.

Foto-foto lainnya dapat dilihat di sini